ISTILAH HATI

ISTILAH HATI

ISTILAH HATI

Nama ini dikenakan pada dua hal:

Pertama : segumpal daging sanubari yang terletak di sebelah kiri dada.
Ia adalah daging yang istimewa, di dalamnya terdapat rongga yang berisikan darah, itulah sumber dan pusat dari ruh.
Kami tidak bermaksud menerangkan bentuk dan tata kerjanya, sebab hal itu berkaitan dengan tujuan dan profesi (kerja) para dokter dan tidak berkaitan dengan tujuan-¬tujuan keagamaan.

Baca: TUHAN & MANUSIA

Hati dalam bentuk seperti ini terdapat juga dalam (tubuh) binatang.
Hati yang kami maksudkan dalam buku ini bukanlah hati dalam pengertian itu.
Sebab, ia adalah sepotong daging yang tidak berkadar.
Ia berasal dari Yang mengetahui yang gaib dan yang tampak, karena hal itu dapat diketahui oleh binatang dengan indera penglihatannya sebagai kelebihan dari manusia.

kedua :rasa ruhaniah yang halus yang berkaitan dengan hati jasmani (bendawi), dan perasaan halus itu adalah hakikat dari manusia.
Ialah yang tahu, mengerti, dan paham.
Ialah yang mendapat perintah, yang dicela, diberi sanksi dan yang mendapat tuntutan.
la memiliki hubungan dengan hati jasmani (bendawi).

Akal manusia bingung untuk mengetahui letak hubungan dan pertaliannya, padahal pertaliannya (hubungan antara hati ruhaniah dengan hati jasmani) sama dengan hubungan antara watak dengan jasad, antara sifat dan yang disifati, antara pemakai alat dengan alat itu sendiri, antara sesuatu yang menempati tempat dengan tempat itu sendiri.

Kami menjelaskan hal tersebut karena kami bersikap sangat hati-hati pada dua makna:

Pertama, bahwasanya hal itu berhubungan dengan ilmu mukasyafah, dan tujuan kami dengan buku ini bukanlah ilmu mukasyafah ini tapi ilmu ilmu mu’amalah.

Kedua, perwujudannya membutuhkan tersingkapnya rahasia ruh.
Masalah ini merupakan salah satu hal yang tidak pernah dibicarakan atau diterangkan oleh Rasulullah, maka orang lain tak sepantasnya membicarakannya.

Sebutan kata ‘hati’ dalam buku ini kami maksudkan pada perasaan halus (lathifah), sasarannya hanya untuk menyebutkan sifat sifat dan keadaannya, bukan hakikatnya, sebab ilmu mu’amalah butuh pada pengenalan sifat dan keadaan hati, bukan pada hakikat hati.

Baca juga: Jalan Ruhani
ISTILAH HATI Rating: 4.5 Diposkan Oleh: udan ,