Karya-karya Imam Syafi’i

Karya-karya Imam Syafi’i .


Berikut ini karya-karya Imam Syafi’i yang disusun ketika beliau berada di Mesir:


  • 1. Kitab al-Umm
  • 2. Kitab Ikhtilaf Abi Hanifah wabni Abi Laila
  • 3. Kitab Ikhtilaf Ali wa Abdillah bin Mas’ud  
  • 4. Kitab Ikhtilaf Malik was Syafi’i
  • 5. Kitab Jima’il ‘Ilm
  • 6. Kitab Bayan Faraidhillah
  • 7. Kitab Shifati Nahyi Rasulillah
  • 8. Kitab Ibthalil Istihsan
  • 9. Kitab ar-Radd ‘Ala Muhammad bin al-Hasan asy-Syaibany
  • 10. Kitab Siyaril Auzai.


Semua karya-karya Imam Syafi’i sebagaimana telah kami sebutkan di atas telah ditahkik dengan sangat bagus dan lengkap oleh DR. Ahmad Badruddin Hasun dengan judul Mausu’ah al-Imam asy-Syafi’i.

Kitab tahkiknya ini awalnya adalah risalah Dukturah beliau yang diajukan ke Jami’ah Islamiyyah di Karachi Pakistan.
Kitab ini dicetak pertama kali oleh Dar Qutaibah di Beirut pada tahun 1996 dalam 15 Juz yang dikumpulkan dalam 10 Jilid besar.

Hemat kami, buku tahkikan DR. Ahmad Badruddin Hasun terhadap kitab al-Umm ini adalah yang paling baik dan paling lengkap dalam segi tahkikan dan kekayaan maklumat yang dikandungnya apabila dibandingkan dengan tahkikan lainnya.
Kitab-kitab karya Imam Syafi’i di atas sangatlah penting dan merupakan marja’ primer bagi mereka yang hendak mengkaji fiqh madzhab Syafi’i.
Ketika anda hendak mengetahui bagaiman pendapat Imam Syafi’i dalam suatu hal masalah fiqh, maka anda harus kembali kepada kitab-kitab karya Imam Syafi’i di atas yang sudah dirangkum oleh DR. Ahmad Badruddin Hasun dalam karyanya berjudul Mausu’ah al-Imam asy-Syafi’i .

Apabila anda kaji, seringkali terjadi kesalahan dalam menisbatkan sebuah hukum kepada madzhab Syafi’i.
Seringkali ulama Syafi’iyyah mengatakan bahwa demikian menurut Imam Syafi’i, padahal sesungguhnya tidak seperti itu. Untuk mengambil salah satu contoh, berikut ini kami kemukakan apa yang dituturkan oleh DR. Umar Sulaiman al-Asyqar dalam kitabnya Masail min Fiqh al-Kitab was Sunnah.

Dalam buku ini Sulaiman al-Asyqar mengatakan bahwa sebagian ulama Syafi’iyyah telah salah dalam menisbahkan pendapat hukum kepada Imam Syafi’i, di mana mereka mengatakan bahwa menurut Imam Syafi’i, orang yang mengetahui letak Ka’bah (kiblat) maupun yang tidak mengetahui, harus beribadah tepat menghadap Ka’bah.
Padahal dalam kitab al-Umm, dengan tegas-tegas Imam Syafi’i berkata bahwa bagi yang tidak mengetahui di mana letak Ka’bah cukup dengan keyakinannya saja terhadap letak Ka’bah tersebut.

Seandainya tidak tepat sekalipun tidak mengapa.
Oleh karena itu, sekali lagi, apabila anda hendak mengkaji bagaimana pendapat Imam Syaf’i dalam satu hal, anda tidak boleh melirik kitab lain, tapi kembalikan kepada kitab primernya berupa karya-karya Imam Syafi’i sebagaimana telah disebutkan di atas.

Namun, satu hal yang perlu kami tambahkan di sini, bahwa untuk membantu pengkajian anda terhadap kitab al-Umm ini, anda perlu juga membaca kitab lainnya yakni kitab Ma’rifatus Sunan wal Atsar karya Imam al-Hafidz al-Baihaqi.
Kitab ini sangat berguna untuk mengetahui dalil-dalil Imam Syafi’i terutama dalil-dalil dari Sunnah dan Atsar serta bagaimana kedudukan haditsnya dan sanadnya.
Hal ini dikarenakan, dalam kitab al-Umm, tidak ada perincian seperti di atas.

Terkadang, dalam kitab al-Umm tidak disebutkan dalilnya, tapi langsung hukumnya.

Nah, untuk mengetahui apa dalil Imam Syafi’i dalam menetapkan hukum tersebut, atau bagaimana kedudukan hadits yang disebutkan Imam Syafi’i dalam al-Umm ini, serta bagaimana sanad hadits yang dituturkan Imam Syafi’i dalam al-Umm, anda dapat melihat kitab Ma’rifatus Sunan wal Atsar karya Imam Baihaqi tersebut.

Kitab ini dicetak oleh Darul Kutub Ilmiyyah Beirut dengan muhakik Sayyid Karwi Hasan, dan tahkikan ini hemat kami yang paling bagus apabila dibandingkan dengan tahkikan lainnya.
Karya-karya Imam Syafi’i Rating: 4.5 Diposkan Oleh: udan ,