Kitab-kitab Madzhab Syafi’i yang tidak termasuk salah satu bagian dari lima kelompok sebelumnya.

Kitab-kitab Madzhab Syafi’i yang tidak termasuk salah satu bagian dari lima kelompok sebelumnya.


Kitab-kitab ini adalah kitab-kitab bermadzhab Syafi’i juga, hanya saja bukan termasuk atau berkaitan dengan karya-karya Imam Nawawi, Imam Rafi’i atau Imam al-Haitami dan Imam ar-Ramli, juga bukan buku-buku tentang ilmul khilaf.

Buku-buku ini sama dipandang penting, hanya tidak sepenting kitab-kitab sebelumnya.
Kitab-kitab ini juga pernting dibaca sebagai bahan pengayaan dan penambahan wawasan serta hujjah.
Kitab-kitab yang termasuk kelompok ini dibagi kepada dua bagian, yakni kitab-kitab yang dikarang sebelum karya-karya ulama Syafi’iyyah generasi kedua dan setelah generasi kedua.

Pertama, kitab-kitab yang dikarang sebelum masa ulama Syafi’iyyah generasi kedua (sekitar setelah wafatnya Imam Syafi’i sampai abad ke-10 Hijriyyah) adalah:
1. Al-Muhadzab fi Fiqh al-Imam asy-Syafi’i. 

Kitab ini dikarang oleh Imam Abu Ishak asy-Syairazi (w 476 H). Kitab ini dicetak beberapa kali oleh beberapa penerbit yang salah satunya dicetak oleh Darul Qalam Damaskus sebanyak enam jilid tebal-tebal dan ditahkik oleh Muhammad az-Zuhaili.

2. Al-Wasith fil Madzhab.

Kitab ini ditulis oleh Imam Abu Hamid al-Ghazali (w 505 H) yang merupakan ringkasan dari kitabnya yang berjudul al-Basith dan al-Basith ini juga merupakan ringkasan dari kitab karya Imam al-Haramain al-Juwaini yang berjudul Nihayatul Mathlab fi Dirayah al-Madzhab.
Buku ini juga telah dicetak beberapa kali di antaranya oleh Wizaratul Auqaf was Syu’un al-Islamiyyah, Qatar pada tahun 1993 yang ditahkik oleh DR Ali Muhyiyud Din al-Qurrah Dagi.

Kedua kitab tersebut yakni al-Muhadzab dan al-Wasith sempat dijadikan kitab terpenting yang menjadi rujukan para fuqaha Syafi’iyyah dalam memberikan fatwa sebelum munculnya karya-karya Imam Nawawi dan Imam Rafi’i.
Setelah muncul dua imam tersebut, perhatian beralih kepada karya-karya keduanya, karena dipandang lebih lengkap dan lebih mendalam.

3. Al-Wajiz fi Fiqh al-Imam asy-Syafi’i . 

Kitab ini juga dikarang oleh Imam Ghazali sebagai ikhtishar atas kitab sebelumnya yakni al-Wasith.
Buku ini telah dicetak oleh Darul Kutub Ilmiyyah Beirut pada tahun 1997 dengan muhakkik Adil Ahmad Abdul Maujud dan Ali Muhammad Mu’awwad.

4. At-Tahdzib fi Fiqh al-Imam asy-Syafi’i . 

Kitab ini ditulis oleh Imam Abu Muhammad al-Husain bin Mas’ud al-Baghawi (w 516 H).
Kitab ini dicetak oleh Darul Kutub Ilmiyyah Beirut pada tahun 1997 yang terdiri dari delapan jilid besar dengan muhakkik Adil Ahmad Abdul Maujud dan Ali Muhammad Mu’awwad.

5. Ajalatul Muhtaj Ila Taujih al-Minhaj. 

Kitab ini ditulis oleh Imam Sirajuddin Abu Hafsh Umar bin Ali yang dikenal dengan samaran Ibn al-Mulaqqan (w 804 H).
Kitab ini juga merupakan syarah Minhajut Thalibin karya Imam Nawawi dan dicetak oleh Darul Kitab Jordan dalam empat jilid besar dengan muhakkik Ustadz Izzud Din Hisyam bin Abdul Karim al-Badrany pada tahun 2001.

6. Kanzur Raghibin fi Syarh Minhajut Thalibin.

Kitab ini ditulis oleh Imam Jalaluddin Muhammad bin Ahmad al-Mahalli (w 864 H).
Kitab ini terkenal dengan nama Syarah al-Muhalla ‘Alal Minhaj.

Kitab ini juga dinilai sebagai salah satu kitab terpenting dalam syarah terhadap kitab Minhajut Thalibin karya Imam Nawawi dan senantiasa dijadikan rujukan oleh para ulama Syafi’iyyah sebelum datangnya dua buah syarah, Tuhfatul Muhtaj dan Nihayatul Muhtaj karya Imam al-Haitami dan ar-Ramli.

Begitu datang dua syarah tersebut, kitab Syarah al-Muhalla kemudian ditinggalkan dan berpaling kepada dua syarah karya ar-Ramli dan al-Haitami.
Kitab Syarah al-Muhalla ini menjadi muqarrar pada mata kuliah fiqh di Universitas al-Azhar asy-Syarif sampai saat makalah ini ditulis.
Kitab ini mempunyai dua hasyiyah, yang pertama Hasyiyah Syihabuddin Ahmad al-Burullusy yang mempunyai nama panggilan Umairah (w 957 H) dan Hasyiyah Syihabuddin Ahmad bin Ahmad bin Salamah al-Qalyubi (w 1069 H).

Keduanya terkenal dengan sebutan Hasyiyatai al-Qalyubi wa Umairah.
Kitab ini beberapa kali dicetak dan yang penulis pandang lebih bagus adalah yang ditahkik oleh Syaikh Abdul Latif Abdur Rahman cetakan Darul Kutub al-Ilmiyyah Beirut dalam lima jilid besar-besar. Dicetak pertama kali pada tahun 1997.

Kedua, kitab-kitab yang ditulis setelah masa ulama Syafi’iyyah generasi kedua (dari tahun 1004 H-1335 H).

Kitab-kitab yang termasuk kelompok ini adalah:

1. Futuhat al-Wahab bi Taudhih Syarh Manhaj at-Thulab.

Kitab ini ditulis oleh al-Allamah Sulaiman bin Umar bin Manshur al-Ujaili yang terkenal dengan sebutan al-Jamal (w 1204 H).
Kitab ini merupakan syarah dari kitab Syarah Manhajut Thulab.
Dan kitab Manhajut Thulab ini merupakan ringkasan dari kitab Minhajut Thalibin karya Imam Nawawi. Baik kitab Manhaj at-Thulab maupun Syarahnya, keduanya ditulis oleh Syaikhul Islam Zakaria al-Anshari (w 926 H).

Jadi, kitab Futuhat al-Wahab bi Taudih Syarh Manhaj at-Thulab ini merupakan kitab Hasyiyah atas kitab Syarh al-Manhaj. Kitab Futuhat al-Wahab lebih dikenal dengan sebutan Hasyiyah al-Jamal.

Kitab ini dicetak berulang-ulang, dan yang paling baik, menurut penulis, adalah yang ditahkik oleh Syaikh Abdur Razaq Ghalib al-Mahdi yang dicetak oleh Darul Kutub al-Ilmiyyah Beirut dalam delapan jilid tebal. Dicetak pertama kali pada tahun 1996.

2. Hasyiyah asy-Syarqawi.

Kitab ini ditulis oleh al-Alamah Abdullah bin Hijazi bin Ibrahim asy-Syarqawi (w 1226 H) yang merupakan syarah dari kitab Tuhfatut Thullab bi Syarh Tahrir Tanqih al-Lubab.

Kitab ini lebih dikenal dengan Hasyiyah asy-Syarqawi ‘ala Syarh at-Tahrir.
Kitab Tahrir Tanqih al-Lubab merupakan ringkasan dari fiqh Syafi’i dan kemudian kitab tersebut disyarah dengan nama Tuhfatut Thulab.
Baik kitab Tahrir Tanqih al-Lubab maupun kitab Tuhfatut Thulab, keduanya merupakan karya Syaikhul Islam Zakaria al-Anshari.

Kitab ini di antaranya dicetak oleh Darul Kutub al-Ilmiyyah Beirut pada tahun 1997 dengan muhakkik Syaikh Mushtafa bin Hanafi ad-Dzahabi dalam empat jilid besar. 

3. I’anatut Thalibin.

Kitab ini ditulis oleh al-Alamah Utsman bin Muhammad Syatha ad-Dimyathi al-Bikry (wafat pada abad ke 14 Hijriyyah, tidak diketahui tahun kewafatannya).
Kitab ini juga merupakan kitab Hasyiyah terhadap kitab Fathul Mu’in yang merupakan syarah dari Kitab Qurratul ‘Ain bi Muhimmatid Din.

Kitab Qurratul ‘Ain bi Muhimmatid Din merupakan ringkasan dari Fiqh Syafi’i .
Syarah dari kitab Qurratul ‘Ain bi Muhimmatid Din adalah Fathul Mu’in, dan keduanya merupakan karya al-Allamah Zainuddin al-Mullibary (w 987 H).

Kitab I’anatut Thalibin dicetak beberapa kali dan salah satunya dicetak oleh Darul Kutub al-Ilmiyyah Beirut pada tahun 1995 dalam empat jilid besar.

4. Tarsyih al-Mustafiidiin.

Kitab ini juga merupakan kitab Hasyiyah ringkas yang ditulis oleh al-Allamah Alawy bin Ahmad bin Abdur Rahman as-Saqqaf al- Makky (w 1335 H).
Kitab ini merupakan kitab Hasyiyah terhadap kitab Fathul Mu’in karya al-Mullibary—penjelasan mengenai kitab Fathul Mu’in ini lihat di nomor tiga.

Kitab ini dicetak oleh Maktabah al-Ghazali Damaskus dalam satu jilid.
Kitab-kitab Madzhab Syafi’i yang tidak termasuk salah satu bagian dari lima kelompok sebelumnya. Rating: 4.5 Diposkan Oleh: udan ,