Cacat Hewan Qurban

Cacat Hewan Qurban

Cacat hewan qurban dibagi menjadi 3:

a. Cacat yang menyebabkan tidak sah untuk berqurban, ada 4:

1. Buta sebelah dan jelas sekali kebutaannya.
Jika butanya belum jelas, orang yang melihatnya menilai belum buta meskipun pada hakekatnya kambing tersebut satu matanya tidak berfungsi maka boleh diqurbankan.
Demikian pula hewan yang rabun senja.
ulama’ madzhab syafi’iyah menegaskan hewan yang rabun boleh digunakan untuk qurban karena bukan termasuk hewan yang buta sebelah matanya.

2. Sakit dan jelas sekali sakitnya.
Tetapi jika sakitnya belum jelas, misalnya, hewan tersebut kelihatannya masih sehat maka boleh diqurbankan.

3. Pincang dan tampak jelas pincangnya. 
Artinya pincang dan tidak bisa berjalan normal.
Akan tetapi jika baru kelihatan pincang namun bisa berjalan dengan baik maka boleh dijadikan hewan qurban.

4.Sangat tua sampai-sampai tidak punya sumsum tulang.
Dan jika ada hewan yang cacatnya lebih parah dari 4 jenis cacat di atas maka lebih tidak boleh untuk digunakan berqurban.
(lih. Shahih Fiqih Sunnah, II373 & Syarhul Mumti’ 3294).

b. Cacat yang menyebabkan makruh untuk berqurban, ada 2:

Sebagian atau keseluruhan telinganya terpotong Tanduknya pecah atau patah (lihat Shahih Fiqih Sunnah, II373)

c. Cacat yang tidak berpengaruh pada hewan qurban (boleh dijadikan untuk qurban) namun kurang sempurna.

Selain 6 jenis cacat di atas atau cacat yang tidak lebih parah dari itu maka tidak berpengaruh pada status hewan qurban. Misalnya tidak bergigi (ompong), tidak berekor, bunting, atau tidak berhidung.

Wallahu a’lam

baca: Berkurban dengan domba jadzaah?

Footnotes:

Sufyan At Tsauri rahimahullah mengatakan:

“Dulu Abu Hatim pernah berhutang untuk membeli unta qurban.

Beliau ditanya:

“Kamu berhutang untuk beli unta qurban?”

beliau jawab:

“Saya mendengar Allah berfirman:

لَكُمْ فِيهَا خَيْرٌ
(kamu memperoleh kebaikan yang banyak pada unta-unta qurban tersebut)
(Qs. Al Hajj: 36).
(lih. Tafsir Ibn Katsir, surat Al Hajj: 36)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya tentang cacat hewan apa yang harus dihindari ketika berqurban.
Beliau menjawab:

“Ada empat cacat…dan beliau berisyarat dengan tangannya.”
(HR. Ahmad 4300 & Abu Daud 2802, dinyatakan Hasan-Shahih oleh Turmudzi).

Sebagian ulama menjelaskan bahwa isyarat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan tangannya ketika menyebutkan empat cacat tersebut menunjukkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membatasi jenis cacat yang terlarang.
Sehingga yang bukan termasuk empat jenis cacat sebagaimana dalam hadis boleh digunakan sebagai qurban.
(Syarhul Mumthi’ 7464)

Terdapat hadis yang menyatakan larangan berqurban dengan hewan yang memilki dua cacat, telinga terpotong atau tanduk pecah.
Namun hadisnya dlo’if, sehingga sebagian ulama menggolongkan cacat jenis kedua ini hanya menyebabkan makruh dipakai untuk qurban.
(Syarhul Mumthi’ 7470)

baca juga: Umur Hewan Qurban?
Cacat Hewan Qurban Rating: 4.5 Diposkan Oleh: udan ,