mengganti hewan yang sudah diniatkan untuk berqurban dengan hewan lain ?

Bolehkah mengganti hewan yang sudah diniatkan untuk berqurban dengan hewan yang lain atau menjualnya?

Apabila menggantinya dengan yang lebih baik dari hewan yang pertama, kebanyakan ulama membolehkan.
Demikian juga menjualnya kemudian menggantinya dengan yang lebih baik.

Dalilnya hadits ‘Aisyah:

لو لا أن قومك حديثوا عهد بجاهلية لأنفقت كنز الكعبة في سبيل الله ولجعلت بابها بالأرض ولأدخلت فيها من الحجر. متفق عليه

“Seandainya bukan karena kaummu (Quraisy) baru saja terlepas dari jahiliyyah, tentu akan aku infaqkan perbendaharaan Ka’bah di jalan Alloh, akan kujadikan pintunya sejajar dengan tanah, dan akan kuperluas bangunannya sampai ke Hijr Isma’il.
(muttafaq ‘alaih)

Telah dimaklumi bersama bahwa Ka’bah adalah semulia-mulia waqof di atas bumi ini, meskipun demikian Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam ingin menggantinya dengan yang lebih baik.
Hal ini menunjukkan bahwa sesuatu yang sudah diniatkan untuk Alloh secara umum boleh diganti dengan yang lebih baik.

Demikian yang dirojihkan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dan lainnya sebagaimana dinukil oleh syaikhuna Yahya hafidzohulloh, dan beliau melemahkan hadits yang melarang hal tersebut.
(lihat At-Tajliyah:56-57, Fathul ‘Allam:5/524)

baca juga: Perbedaan Ibadah Haji dan Umrah dari Segi Waktu dan Pelaksanaan
mengganti hewan yang sudah diniatkan untuk berqurban dengan hewan lain ? Rating: 4.5 Diposkan Oleh: udan ,