Menggunakan Seluruh Waktu Buat Ilmu

Menggunakan Seluruh Waktu Buat Ilmu

Menggunakan Seluruh Waktu Buat Ilmu

 وينبغى [لطالب العلم] ألا يشتغل بشيئ [أخر غير العلم] ولا يعرض عن الفقه. قال محمد بن الحسن رحمه الله: صناعتنا هذه من المهد إلى اللحد فمن أراد أن يترك علمنا هذا ساعة فليتركه الساعة 
baca: Hidup Dengan Prihatin dalam belajar

Hendaknya pula pelajar tidak terlena dengan segala apapun selain ilmu pengetahuan, dan tidak berpaling dari fiqh.

Muhammad berkata:

“Sesungguhnya perbuatan seperti ini, adalah dilakukan sejak masih di buaian hingga masuk liang kubur.
Barangsiapa meninggalkan ilmu kami ini sesaat saja, akan habislah zaman hidupnya.”

 ودخل فقيه، وهو إبراهيم بن الجراح، على أبى يوسف يعوده فى مرض موته وهو يجود بنفسه، فقال أبو يوسف: رمي الجمار راكبا أفضل أم راجلا؟ فلم يعرف الجواب، فأجاب بنفسه
baca: Pengaruh Urusan Duniawi bagi penuntut ilmu

Ada seorang Ahli Fiqh yaitu Ibrahim Ibnul Jarrah, ia sempat menjenguk Abu Yusuf yang tengah sakit keras hampir wafat.
Lalu atas kemurahan hati Abu Yusuf sendiri, berkatalah ia kepada Ibrahim:
Manakah yang lebih utama, melempar jumrah dengan berkendaran atau dengan berjalan kaki?
Ibrahim pun tidak bisa menjawab, maka ia jawab sendiri :
“Sesungguhnya melempar dengan berjalan kaki itu lebih disukai oleh orang dahulu.”

baca: Pengaruh Rizki dalam menuntut ilmu

 وهكذا ينبغى للفقيه أن يشتغل به فى جميع أوقاته [فحينئذ] يجد لذة عظيمة فى ذلك. وقيل: رؤي محمد [بن الحسن] فى المنام بعد وفاته فقيل له: كيف كنت فى حال النزع؟ فقال: كنت متأملا فى مسألة من مسائل المكاتب، فلم أشعر بخروج روحى . وقيل إنه قال فى آخر عمره: شغلتنى مسائل المكاتب عن الإستعداد لهذا اليوم، وإنما قال ذلك تواضعا. 

Demikian pula, hendaknya sebagai Ahli Fiqh kapan saja selalu fokus dengan fiqhnya.
Dengan cara begitulah ia memperoleh kelezatan yang amat besar.

Ada dikatakan, bahwa Muhammad setelah wafat pernah ditemukan dalam mimpi, lalu kepadanya diajukan pertanyaan :

“bagaimana keadaan tuan waktu nyawa dicabut?”
jawabnya: “Di kala itu saya tengah mengangan-angan masalah budak mukatab, sehingga tak kurasakan nyawaku telah terlepas.

“Ada dikatakan pula bahwa di akhir hayatnya Muhammad sempat berkata :

“Masalah-masalah mukatab menyibukan diriku, hingga tidak sempat menyiapkan diri dalam menghadapi hari ini.
“Beliau mengucap seperti ini, karena tawadlu'”.

baca juga: Sebuah Methode Belajar
Menggunakan Seluruh Waktu Buat Ilmu Rating: 4.5 Diposkan Oleh: udan ,