Pengertian Manajemen Qolbu

Pengertian Manajemen Qolbu

Pengertian Manajemen Qolbu

Mengelola (/to manage/) adalah mengupayakan berjalannya suatu sistem yang terdapat di dalam sebuah lingkungan tertentu.
Maka, sekiranya lingkungan yang dimaksud adalah qalbu, manajemen qalbu dapat dimaknai sebagai suatu upaya yang dilakukan agar berjalannya fungsi-fungsi qalbu secara fitrah untuk mengimani akan kebenaran Allah Azza wa Jalla.

Qalbu atau hati adalah diri (/nafs/) manusia yang sesungguhnya saat ada bersama tubuh atau jasad.

Allah SWT menciptakannya sebagai bagian dari diri manusia yang berada di dunia yang tak dapat dijangkau oleh penglihatan (lahir)!

Qalbu digunakan untuk menstabilkan keimanan manusia dalam beribadah kepada Allah SWT.
Ketika akal belum mampu meyakini hal-hal yang sangat abstrak (goib), maka qalbu telah memulai sejak diciptakan oleh Allah dan ditiupkan ke dalam jiwa manusia sewaktu masih di rahim ibunya!

Qalbu, secara fitrah, adalah sebuah 'wadah' yang menyimpan nilai-nilai kebenaran!
Di saat manusia tidak memberdayakan qalbu sebagaimana fitrahnya, maka akal akan menguasai jiwa sebagai pemimpin dalam diri!

Akal, secara kodrat, sebetulnya hanya ditugaskan oleh Allah untuk berpikir (bertafakur) tentang kejadian-kejadian di dunia (lahir) sebagai tanda-tanda kebesaran-Nya!

Anda berpikir bahwa mustahil ada langit tetapi tidak ada yang menciptakannya!
Selama akal dapat berfungsi sebagaimana kodratnya, maka secara perlahan tapi pasti akan mengarahkan anda meyakini kebenaran Allah:

"Adanya ciptaan (makhluk), pasti ada pencipta (kholik)-nya."

baca: Hati Yang Sakit, Manajemen Qalbu

Logika berpikir manusia sangat berpengaruh terhadap keyakinan dirinya akan ada-Nya Allah!
Orang-orang beriman diperintahkan agar berpikir dengan akalnya untuk tunduk dan patuh kepada Allah Azza wa Jalla.

Sedangkan hati, secara fitrah sangat sulit, bahkan tidak dapat,mengingkari kebenaran!
Jadi, antara akal dan hati sebenarnya diciptakan Allah berpasangan mendukung adanya kebenaran!
Kenyataannya tidak seperti itu.
Banyak manusia yang hanya mengandalkan akalnya dan mengabaikan hatinya.
Anda pasti sering bimbang penuh keragu-raguan untuk mengimani adanya kebenaran.
Satu sisi, hati mengajak kepada kebenaran, tetapi tidak memiliki kemampuan untuk menundukkan akal!
Sedangkan, sisi lain, akal selalu digunakan untuk memikirkan banyak hal yang tidak terkait dengan upaya-upaya merenungkan (tafakur) atas ciptaan-ciptaan Allah, sebagaimana ajakan hati nurani!

Dalam kondisi seperti itu, qalbu sudah seharusnya dikelola agar berfungsi sebagaimana fitrahnya!
Mengelola hati berarti menundukkan akal untuk tidak angkuh sebagai paling mampu menjawab semua permasalahan hidup!
Padahal, kenyataannya akal memang sangat terbatas kemampuannya!

baca: Hati Yang Mati, Manajemen Qalbu

Sebagai muslim, anda sudah seharusnya mengelola qalbu dengan berdzikir kepada-Nya!
Upaya-upaya untuk mengelola qalbu sangat banyak!
Manusia sesungguhnya makhluk yang diciptakan dapat merasakan hal-hal yang di luar jangkauan akal!

Akal, misalnya, tidak mampu menghentikan tetesan air mata akibat hatinya tersentuh oleh sebuah peristiwa yang sangat mengharukan!
Fungsi hati pada contoh tersebut merupakan bukti bahwa manusia sebetulnya dapat memberdayakan hatinya agar lebih peka terhadap nilai-nilai kebenaran!
Hati yang peka terhadap nilai-nilai kebenaran dapat diwujudkan apabila disandarkan kepada Pemilik Kebenaran, yaitu Allah!

Sebagai contoh, anda terbawa hanyut oleh ceramah seorang ustadz yang mengungkap kelemahan diri dalam menghadapi ujian dari Allah!
Berkat diungkapnya kekurangan diri secara ril ketika menghadapi kesulitan, maka setiap manusia sangat membutuhkan pertolongan Allah!

Hati anda merasakannya, bahwa memang benar demikian!
Mengapa hati mudah merespon segala sesuatu yang terkait dengan kelemahan diri?

baca: Hati Yang Sehat, Manajemen Qalbu

Allah SWT menciptakan hati untuk mengakui kelemahan ketika berhadapan dengan kemahabesaran-Nya!
Oleh karena itu, agar hati dapat meningkatkan keyakinan terhadap kebenaran Allah, maka hati harus diajak untuk mengingat Allah Yang Maha Agung (/dzikrullah/)!
Hanya dengan itu, hati anda akan bertambah keyakinannya bahwa Allah Azza wa Jalla Maha Pengasih dan Maha Penyayang dapat menenangkan hati yang sedang gundah gulanah, semrawut, bimbang,ragu, kalut, cepat putus asa dan lain-lain penyakit hati.

Manajemen Qalbu (MQ) merupakan konsep pedoman hidup Islami yang dicetuskan Pimpinan Pesantren Daarut Tauhiid Bandung, KH Abdullah Gymnastiar (Aa Gym), yang mengajarkan sebuah konsep baru Syiar Islam.

MQ menawarkan untuk mengajak orang memahami hati atau qalbu, diri sendiri, agar mau dan mampu mengendalikan diri setelah memahami benar siapa dirinya sendiri.

Jadi konsep MQ ini merupakan sebuah penyadaran yang dimunculkan atas kesadaran dirinya sendiri untuk menjadikan hidupnya lebih baik dan senantiasa berada dalam ridha Allah.

Menurut Aa Gym, orang sering lupa terhadap diri sendiri.
Bahkan, orang selalu menyalahkan orang lain jika terjadi sesuatu pada dirinya.
Sebaiknya setiap orang harus sadar, bahwa semua yang terjadi dan bakal terjadi bermula dari dirinya sendiri.
Jika ingin jadi baik, tentu dia harus berbuat baik.
Jadi, harus lebih dulu mengenali dan memahami diri sendiri.
Namun semua itu memusat pada qalbu.

Rasulullah saw dalam sebuah hadits, menyebutkan bahwa dalam diri manusia itu terdapat suatu organ.
Kalau organ itu baik, baik jugalah seluruh manusia itu. Tetapi, kalau ia busuk, busuk pulalah seluruh manusia itu.
Organ itu adalah qalbu (hati).

Dalam menjalani hidup ini, kata Aa Gym, modal dasar untuk membentuk jiwa yang tangguh, penuh dedikasi, dan disiplin dalam menjalankan kerja sehari-hari adalah dengan qalbu yang bersih dan suci.
Pada konsep MQ, semuanya dimulai dari hati kita sendiri.
Maka agar menjadi manusia yang baik dan solih, hatinya harus bersih dari berbagai penyakit hati.

Karena itu, seorang muslim harus sangat mementingkan pembenahan hati, atau yang sering disebut metode Manajemen Qalbu (MQ).

MQ dalah upaya untuk mengatur dan memelihara kebeningan hati dengan cara mengenal Allah.
Salah satu caranya dengan berzikir.
Selanjutnya, hati yang damai itu diisi dengan nilai-nilai rohani Islam seperti sabar, rida, tawakal, ikhlas, jujur, dan disertai dengan ikhtiar.
Bila sudah memiliki itu, maka apa yang disampaikan (dengan hati yang tulus) itu akan menyentuh relung hati orang banyak.

Menurut Aa Gym, agama pasti mampu menyelesaikan berbagai masalah yang sedang dihadapi bangsa Indonesia.
Hanya, masalahnya, mengamalkan agama dan menyosialisasikannya harus dilakukan terus-menerus, lebih inovatif,dan kreatif.
Jadi, bisa diterima masyarakat yang terus mengalami perubahan.

Namun yang terpenting, kata Aa Gym, bagaimana kita mengaktualisasikan pemahaman agama itu dengan benar dan konsisten.
Dengan begitu, masyarakat bisa menerima agama sebagai suatu solusi.
Jangan hanya mengaku beragama, tetapi tindakan dan perilakunya justru jauh dari agama itu.
Kondisinya saat ini kan seperti itu. Banyakmasyarakat yang tidak konsisten dengan agamanya.
Pengertian Manajemen Qolbu Rating: 4.5 Diposkan Oleh: udan ,