Kitab FUTUH AL GHAIB, Risalah Ke-70

Kitab FUTUH AL GHAIB

Risalah ke-70
Kitab FUTUH AL GHAIB

Ia bertutur:

Bagaimana baik bagimu berbangga akan kebajikanmu, padahal kau mengatakan bahwa hal ini berasal dari kekuatan yang dianugerahkan oleh Allah, melalui pertolongan, daya, kehendak dan karunia-karunia-Nya?
Begitu pula dengan pencampakan dosa, hal ini dikarenakan oleh perlindungan dan pertolongan dari-Nya.

Bagaimana kau bisa tak bersyukur atas hal itu dan tak mengakui semua rahmat ini yang berasal dari-Nya?

Kenapa semangat ketakpatuhan dan ketakacuhan ini, yaitu perasaan banggamu akan keberanian yang adalah milik orang lain?

Bila kau tak dapat membunuh musuhmu tanpa bantuan beberapa orang yang gagah-berani, yang menyerang musuhmu, sedang kau hanya menimbrunginya, maka kau akan terbunuh bukannya musuhmu; juga kau takkan bermurah bila tak ada yang patut diberi kemurahan – jika demikian, kenapa kau bangga akan kebajikanmu? 

Jalan terbaik bagimu ialah bersyukur dan memuji sang penolong, senantiasa memuji-Nya, dan menisbahkan segala pencapaianmu kepada-Nya dalam segala keadaan kehidupanmu.
Jika tidak, hal itu akan menjadi keburukan dan dosa.
Bila demikian, maka kau harus menisbahkan keburukan dan dosa kepada dirimu sendiri.

Kau harus menisbahkan kepada dirimu sendiri kezaliman, perilaku buruk dan kesalahan untuk hal-hal ini daripada orang lain, sebab dirimu adalah tempat keburukan dan ia memerintahkan segala keburukan dan ketakbergunaan.

Jika Dia, Yang Mahaperkasa lagi Mahaagung, adalah pencipta kebajikan dan upayamu, maka kau adalah pembuat upaya, sedang Dia adalah Penciptanya.

Inilah yang dimaksudkan oleh perkataan orang-orang yang memperoleh ma’rifah:

“Tindakan akan datang, sedang kau tak dapat mengelakannya.”

Nabi saw. bersabda:

“Berbuat bajiklah, mendekatlah kepada Allah, dan luruskanlah dirimu, sebab bagi semua orang ada kemudahan.”

selanjutnya: Kitab FUTUH AL GHAIB, Risalah Ke-71
Kitab FUTUH AL GHAIB, Risalah Ke-70 Rating: 4.5 Diposkan Oleh: udan ,