Penyakit Aldosteronisme, Intensitas aldosteron

Apa itu aldosteronisme?


Intensitas aldosteron bukanlah penyakit yang umum terjadi.
Pria dan wanita memiliki risiko yang sama terhadap penyakit ini.

Aldosteronisme biasanya menyerang individu yang memiliki tekanan darah tinggi, serta mereka yang berusia 30-50 tahun.
Intensitas aldosteron

Seberapa umumkah aldosteronisme? 

Aldosteronisme jarang terjadi.
Penyakit ini bisa menyerang baik laki-laki maupun perempuan.
Biasanya terjadi pada orang yang memiliki tekanan darah tinggi, dan mereka yang berusia 30-50 tahun.

Tanda-tanda dan gejala aldosteronisme

baca: Pengertian Albinisme

tanda-tanda pertama penyakit aldosteronism atau tekanan darah tinggi yang berkaitan dengan adanya hipokalemia.
Gejala lainnya meliputi tubuh lemas, kram otot, mual, sembelit, serta sering buang air kecil.

Dalam beberapa kasus, pasien mungkin tidak menunjukkan gejala apa pun. 
Kemungkinan terdapat tanda-tanda atau gejala yang tidak tercantum di atas.

Jika Anda mempunyai kekhawatiran tertentu mengenai gejala, silakan konsultasikan dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter? 

Hubungi dokter Anda untuk diuji dan didiagnosis apabila Anda memiliki tanda-tanda dan gejala aldosteronisme. Aldosteronisme dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah, sehingga Anda harus rutin memeriksakan kondisi kesehatan Anda.

Silakan konsultasikan dengan dokter jika Anda memiliki risiko tekanan darah tinggi, seperti:

  • Anda berusia 45 tahun atau lebih
  • Memiliki anggota keluarga dengan riwayat tekanan darah tinggi
  • Kelebihan berat badan
  • Perokok aktif
  • Minum banyak alkohol
  • Asupan nutrisi yang tidak seimbang (terlalu banyak garam dan kekurangan kalium) 


Penyebab Aldosteronisme

baca: Penyakit Akromegali

Penyebab utama penyakit ini adalah terlalu banyak kadar hormon adrenal aldosteron.

Ada 2 jenis aldosteronisme:

hiperaldosteronisme primer dan hiperaldosteronisme sekunder. 

Hiperaldosteronisme primer terjadi ketika tumor adrenal muncul.
Tumor ini adalah tumor jinak yang disebut adenoma.
Gangguan ini juga dikenal sebagai sindrom Conn.

Hiperaldosteronisme sekunder biasanya disebabkan oleh penyakit lain di dalam tubuh seperti gagal jantung kongestif, gagal hati, penyakit ginjal, dehidrasi, atau interaksi dengan beberapa obat seperti diuretik ETICS atau fludrocortisone.

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk aldosteronisme?

Ada banyak faktor yang dapat meningkatkan risiko Anda terkena aldosteronisme:


  • Tekanan darah tinggi yang harus ditangani dengan mengonsumsi tiga obat yang dikombinasikan atau lebih. 
  • Tekanan darah tinggi sejak muda (sejak berusia kurang dari 30 tahun)
  • Keluarga dengan riwayat stroke pada usia muda
  • Rendahnya kadar kalium dalam darah 


Pengobatan Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis.
SELALU konsultasikan pada dokter Anda. 

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk aldosteronisme?

baca: Penyakit Akalasia, Gangguan Pada Kerongkongan

Dokter akan memilih metode pengobatan aldosteronisme berdasarkan penyebabnya.
Secara keseluruhan, tujuan dari semua perawatan adalah untuk mencegah produksi aldosteron, dan mencegah komplikasi akibat tekanan darah tinggi serta kadar kalium yang rendah dalam darah.

Metode dapat mencakup:
Pengobatan tumor di area kelenjar adrenal Bedah:
kemungkinan dokter akan melakukan operasi untuk mengangkat tumor adrenal.
Pascaoperasi, tekanan darah dan kadar kalium akan membaik, dan tingkat hormon aldosteron akan kembali normal seperti semula

Pengobatan:

jika tidak dapat menjalani operasi, Anda sebaiknya menggunakan obat penghambat aldosteron sebagai reseptor antagonis mineralokortikoid.
Namun, tekanan darah tinggi dan kadar kalium dalam darah akan menurun seiring dengan Anda berhenti merokok.
Gunakanlah obat seperti yang diarahkan oleh dokter Anda

Pengobatanp ada kedua 2 adrenal

Pengobatan:

reseptor antagonis mineralokortikoid atau spironolactone dapat membantu Anda mengontrol tekanan darah serta kadar kalium dalam darah.
Beberapa obat dapat menyebabkan efek samping seperti turunnya libido, impotensi, gangguan menstruasi serta gangguan pencernaan.
Selain itu, Anda perlu mengubah kebiasaan hidup Anda.
Perubahan gaya hidup dan pola makan yang sehat dapat membantu mengontrol tekanan darah Anda.
Selalu jaga berat badan, lakukan olahraga yang cocok untuk kondisi tubuh Anda, serta kurangi merokok dan minuman beralkohol, dan selalu gunakan obat seperti yang diarahkan oleh dokter Anda.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk aldosteronisme?

baca: Penyakit Adhesi Perut

Untuk mendiagnosis aldosteronisme, dokter dapat melakukan metode berikut. 

Screening: dokter akan melakukan tes untuk mengecek kadar aldosteron dan renin dalam darah.
Renin adalah enzim yang membantu mengatur tekanan darah.
Konsentrasi renin dan aldosteron yang rendah dapat menyebabkan tekanan darah tinggi

Pemeriksaan diagnostik: Jika hasil tes screening menunjukkan bahwa Anda berisiko meningkatkan aldosteron, dokter akan menyarankan agar Anda tetap melanjutkan tes uji, misalnya tes kadar aldosteron setelah diinfus, dan uji fludrocortisone.

Tes tambahan mungkin termasuk pindai CT pada perut dan pemeriksaan pembuluh darah adrenal.

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi aldosteronisme?

baca: Pengertian ADHD, Hiperaktif

Anda dapat mengontrol kondisi Anda jika Anda menerapkan dan memelihara kebiasaan berikut ini.

  • Mempertahankan diet yang sehat.
  • Batasi jumlah garam dalam asupan diet Anda, tambahkan suplemen sayuran dan buah.
  • Buat makanan Anda bervariasi yang baik bagi kesehatan Anda, misalnya sereal, buah-buahan, sayuran, serta makanan rendah lemak
  • Menjaga berat badan yang sehat.
  • Jika Anda memiliki BMI (Indeks Massa Tubuh) lebih besar atau sama dengan 25, penurunan berat badan dapat membantu mengontrol tekanan darah
  • Olahraga: Berjalan kaki dan latihan aerobik dapat membantu mengontrol tekanan darah Anda
  • Jangan merokok, batasi penggunaan minuman yang mengandung kafein atau alkohol


Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

baca juga: Penyakit Acquired Polineuropati
Penyakit Aldosteronisme, Intensitas aldosteron Rating: 4.5 Diposkan Oleh: udan ,